Latest News

infoeventband.com : since 2011 untuk iklan hubungi WA : 0899 12345 45 email : contact at infoeventband.com

kesadaran akan perjuangan menjadi orang tua, seharusnya dimasukkan dalam kurikulum siswa

 

tulisan dibawah ini adalah tulisan yang ditulis oleh salah satu teman facebook, Komunitas Ayah Edy, tulisan ini sangat menarik dan menggugah, memang sudah seharusnya mungkin hal yang tertulis tersebut diterapkan, untuk lebih lanjut, silahkan dibaca .....


"Sungguh aneh tapi nyata bahwa sekolah dasar yg katanya di rancang sebagai dasar pondasi bagi anak untuk bisa menjadi manusia seutuhnya (manusia yg punya hati nurani dan tidak hanya body) yakni SD hingga SMA selama lebih kurang 12 tahun. Sama sekali tidak memuat kurikulum bagaimana agar anak2 bisa memahami orang tua, bekerjasama dengan orang tua, dan pelajaran yg berhubungan dengan segala sesuatu agar seorang anak tersentuh untuk mau berbakti pada orang tuanya.

Berdasarkan pengalaman kami mengkonseling keluarga, yg dimulai dengan mengkonseling orang tuanya kemudian berlanjut dengan mengkonseling anaknya.

Ternyata banyak anak2 yg awal mulanya sering melawan dan bertengkar dengan orang tuanya... setelah hatinya kami sentuh mengenai betapa beratnya menjadi orang tua, betapa beratnya mengurus anak sambil bekerja, dan hal2 lain seputar beratnya beban hidup orang tua yg ternyata selama tidak pernah di sadari anak, mereka semua banyak yg menitikan air mata. Dan mulai mau merubah sikap.

Tapi sayangnya justru program2 belajar yg menyentuh hati siswa itu adanya malah di luar SEKOLAH RESMI ANAK2 KITA seperti yg kita kenal dengan berbagai jenis nama Super Camp..., Edu Camp, Champion Camp dsb Program2 Edukasi Camp2 ini biasa di selenggarakan di masa liburan anak... yg harganya mungkin hanya terjangkau oleh sebagian kocek keluarga saja.

Meskipun program ini sering kali cukup sukses membangkitkan kesadaran anak namun karena harganya mungkin hanya menjangkau sebagian kecil anak2 Indonesia saja efeknya secara nasional kurang terasa, selain itu karena hanya sesaat kemungkinan anak2 akan kembali lagi pada kesadaran lamanya setelah periode tertentu yg lama.



Sudah semestinya program2 semacam ini menjadi bagian dari kurikulum pendidikan dasar sekolah2 di Indonesia, dan bukannya menambah mata pelajaran yg jumlahnya sudah bukan main banyaknya. Tapi apa mau di kata.... itulah realita yg ada pada sistem pendidikan yg ada di negeri ini.

Tapi kami berpikir masih ada celah yg bisa kita gunakan sebagai jalan keluar.... tentunya jika kita mau..?

Yakni melalui para guru yg tergabung dalam komunitas ini.... , sekali lagi jika mau... kita bisa memanfaatkan waktu di sela2 mengajar... cobalah sisipkanlah kisah2 tentang kehidupan, cerita2 heroik tentang pernjuangan orang tua menafkahi keluarganya...., kisah2 tentang betapa peliknya jadi orang tua zaman sekarang yg berjuang antara nafkah, kemacetan dan kasih sayang peda keluarga, yg betapa dulu di besarkan oleh para orang tua yg juga tidak pernah bersekolah jadi orang tua dan belum pernah ikut parenting. Sedikit tapi sering..... Insya Allah perlahan kita akan bisa mulai melihat hasilnya...

Jika seandainya ada para guru diantara kita yg mau melakukan ini di sela2 waktu mengajarnya... mungkin hati dan nurani murid2 kita akan jauh lebih peka untuk mau menghargai jerih payah kedua orang tuanya dan mau lebih kooperatif.

Anak2 kita itu sesungguhnya adalah mahluk yg peka hatinya.... sayang nya, hati yg peka itu lebih banyak di sentuh oleh tayangan2 sinetron dan pergaulan ketimbang para orang tuanya di rumah dan para gurunya di sekolah. Karena sistem pendidikan kita lebih mementingkan angka ketimbang hati.

Itulah sekelumit pengalam kami selama 9 tahun membantu para orang tua yg anaknya dinyatakan bermasalah.

Mari kita renungkan bersama...."